Just another WordPress.com site

tentang protokoler

Sisi Lain Seorang Protokol

 

Protokol seringkali dipersepsikan dalam beragam wacana, diantaranya kaku, rumit, berbelit, dan lain lain. Dalam sebuah sudut pandang mungkin ada benarnya, tetapi sepertinya tidak seluruhnya benar.
Protokoler berasal dari kata protos yang artinya lembar pertama dan kolla yang artinya melekatkan. Protokol merupakan etiket resmi berbagai upacara kenegaraan yang sarat akan tata tertib, tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan.

Seorang protokoler memiliki aspek yang penting dalam hal tata pengaturan tempat, tata upacara, dan tata penghormatan. Peran protokol bukan sekadar pembawa acara atau petugas yang mempersilakan tamu, melainkan  diajar mengenai teknik berkomunikasi yang  baik dan benar, bagaimana menjadi pribadi yang efektif dan tentang personal grooming, yaitu tata cara berpenampilan di dunia profesional.

Aktivitas protokoler yang diterapkan secara benar justru sebaliknya akan memberikan dan menjanjikan sebuah penghormatan yang tepat terhadap semua pihak. Kinerja protokol dapat meningkatkan pembentukan citra dari sebuah organisasi. Petugas protokol selain harus cekatan dalam berkoordinasi dengan pihak internal, juga harus cakap dalam menjalin komunikasi dengan pihak luar.

Peran lain dari sosok seorang protokler tentunya tidak hanya menjadi koordinator untuk dirinya dalam menjalankan sebuah acara resmi, melainkan dengan semua pihak yang terkait. Selain itu, seorang protokol harus dapat menjalin komunikasi dengan beberapa pihak terkait. Seorang protokol juga harus bertindak sebagai mediator dan koordinator. Tetapi, peran seorang protokol sebetulnya lebih dari itu, seorang protokoler  harus mampu bersikap sebagai seorang manajer yang mengatur jalannya kegiatan dengan baik. Seorang protokol tentunya harus berkoordinasi dengan semua pihak yang terlibat.

Protokol juga mencerminkan keteraturan, efektifitas dan bahkan memiliki estetika tersendiri pada setiap kesempatan. Banyak peraturan yang terkait secara langsung maupun tidak langsung dalam dunia protokoler yang kemudian menjadikannya sebagai kendala tersendiri untuk sebuah institusi maupun corporate untuk mengimplementasikannya. Peraturan protokoler terbilang kaku, hanya 2 opsi antara diperbolehkan dan tidak. Meskipun demikian dalam pelaksanaanya harus fleksibel. Dalam dunia protokol dikenal prinsip your wise is my command, titah paduka hamba laksanakan. Aturan yang menaungi aktivitas protokol adalah Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1987 yang mendefinisikan protokol sebagai tata tempat, tata upacara, tata penghormatan dan tentunya diperkuat dengan dengan PP No.62 tahun 1990 mengenai tata tempat, tata upacara, tata penghormatan, bendera merah putih dan tentunya masih ada sejumlah peraturan-peraturan lain yang perlu dikuasai untuk memahami dunia Protokol.
Banyak aral yang terkadang menghalangi seorang protokoler dalam tugasnya diberbagai acara resmi. Sosok protokoler yang terkadang hanya dipandang sebagai pemandu sebuah acara, sebagai orang yang berbicara, membuka dan menutup acara, tapi pernahkah terbayang, tanpa pemandu sebuah acara, tak eloklah acara itu diadakan. Protokoler bukan dunia asing dan baru bagi kita. Tidak mudah menjadi sosok seorang pemandu, butuh profesionalitas tinggi. Meski tidak ada pernyataan yang mengatakan bahwa suatu acara besar dan resmi berhasil dilaksanakan karena sosok protokol yang memandu acara, tak bisa dipungkiri ada peran seorang protokoler disana yang terkadang dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Profesionalisme yang dianut merupakan paham yang muncul dari hati dan niat untuk mengemban tugas dengan baik. Memberikan yang terbaik untuk ke depan yang lebih baik.

Banyak tantangan yang harus dihadapi dan dijalani oleh para petugas protokol dalam melaksanakan tugas. Ketika tugas yang dilaksanakan berjalan dengan bagus dan sempurna, seorang protokol tidak pernah dipuji. Tapi, ketika pelaksanaan berlangsung dengan tidak bagus, pasti protokollah pihak yang paling dimarahi. Tugas dan tanggung jawab yang diemban petugas protokol sangat berat, karena dunia protokol memiliki jam kerja 24 jam dalam seminggu, namun dalam melaksanakan tugas hendaknya tidak dilaksanakan dengan kaku. Seorang protokoler harus bisa bekerja secara professional, yaitu mengetahui keahlian dan keterampilannya, meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu, hidup dari situ dan bangga akan pekerjaannya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s